SAP ASMA

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan           :  Penyakit ASMA

Sub Pokok Bahasan    :  Perawatan Penyakit Asma Anak

Sasaran                        :  Pengunjung  /  Keluarga  klien

Target                          :  Pengunjung / Keluarga klien

Waktu                         :  30 menit

Hari / Tanggal             :  Rabu , 5 Januari 2010

Tempat                        : Ruang 6

Penyuluh                     :  Mahasiswa Klompok 7 Sgd

  • Nama : I Putu Agus Indra Saputra
  • STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA
  • Nim : 1002055
  • Kls  :  1A

LATAR BELAKANG

Berdasarkan data WHO tahun 2006, sebanyak 300 juta orang menderita asma dan 225 ribu penderita meninggal karena asma di seluruh  dunia. Angka kejadian asma 80 % terjadi di negara berkembang akibat kemiskinan, kurangnya tingkat pendidikan, pengetahuan dan fasilitas pengobatan. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit asma di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 20 persen untuk sepuluh tahun mendatang, jika tidak terkontrol dengan baik.  Hasil penelitian  International study on asthma and alergies in childhood pada tahun 2006, menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma meningkat dari 4,2% menjadi 5,4%. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan, namun dalam penggunaan obat-obat yang ada saat ini hanya berfungsi untuk menghilangkan gejala saja.

Selama asma menyerang, saluran napas akan mengalami penyempitan dan mengisinya dengan cairan lengket  yang diproduksi oleh dinding bagian dalam yang menyebabkan jalan udara menyempit dan mengurangi aliran keluar masuknya udara ke paru-paru. Pada asma kambuhan sering menyebabkan gangguan seperti sulit tidur, kelelahan, dan mengurangi tingkat aktivitas sehari-hari.

Walaupun asma merupakan penyakit yang dikenal luas oleh masyarakat, namun penyakit ini kurang begitu dipahami, sehingga timbul anggapan dari sebagian  perawat dan masyarakat bahwa asma merupakan penyakit yang sederhana serta mudah diobati dan pengelolaan utamanya dengan obat-obatan asma khususnya bronkodilator.

  • Berbagai faktor menjadi sebab dari keadaan ini yaitu adanya kekurangan dalam hal pengetahuan tentang asma, kelaziman melakukan diagnosis yang lengkap atau evaluasi sebelum terapi, sistematika dan pelaksanaan pengelolaan, upaya pencegahan dan penyuluhan, serta pengelolaan asma. Untuk meningkatkanpengelolaan asma yang baik, hal-hal tersebut di atas harus dipahami dan dicarikan pemecahannya.

Kondisi lingkungan juga sangat mempengaruhi timbulnya serangan asma, sehingga diperlukan penatalaksanaan lingkungan. Pengaturan rumah sehat yaitu keadaan rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari, saluran pembuangan air harus lancar, kamar tidur sebaiknya

sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah (Husada, 2008).

Banyak penduduk Indonesia masih berpendidikan rendah sehingga pengetahuan tentang cara hidup sehat, menjaga kebersihan diri, kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi belum diketahui dengan baik. Perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan yang diperoleh  dari pengalaman sehingga hal tersebut dapat memunculkan sikap terhadap nilai-nilai yang benar maupun salah, termasuk nilai kesehatan (Kusnoputranto, 2003).

Dengan pengetahuan yang benar, didukung perilaku dan sikap untuk melaksanakan hidup sehat, serta didukung oleh pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat diharapkan dapat menurunkan kejadian diare di masyarakat khususnya pada balita.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang perawatan penyakit Asma pada anak, peserta penyuluhan diharapkan dapat mengerti, menghayati dan melaksanakan hidup sehat melalui pendekatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sehingga kesakitan dan kematian karena penyakit Asma dapat  dicegah.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 

Setelah mendapatkan penyuluhan satu (1) kali diharapkan Peserta penyuluhan mampu :

  1. Menjelaskan pengertian Asma
  2. Menjelaskan Penyebab Asma
  3. Menjelaskan pencegahan penyakit Asma
  4. Menjelaskan Prinsip tatalaksana penderita Asma
  5. Menjelaskan Tatalaksana penderita Asma di rumah
  6. Mendemonstrasikan cara memberikan perwatan awal atau membuat obat alami

METODE

Ceramah,  demonstrasi dan tanya jawab

 

MEDIA

Brousur

KISI-KISI MATERI

  1. Pengertian Penyakit Asma
  2. Penyebab Asma dan Epidemiologi  Asma
  3. Pencegahan penyakit Asma
  4. Prinsip tatalaksana penderita Asma
  5. Tatalaksana penderita Asma di rumah
  6. Cara memberikan perwatan awal atau membuat obat alami

 

PENGORGANISASIAN

No

KEGIATAN

RESPON KELUARGA

WAKTU

1.

Pendahuluan

- Menyampaikan salam

- Menjelaskan tujuan

- Apersepsi

- Membalas salam

- Memperhatikan

- Memberikan respon

3 menit

2.

Penyampaian materi

a. Menjelaskan dan  menguraikan materi ttg:

-Pengertian Assma

-Penyebab Asma dan Epidemiologi  Asma

-Pencegahan penyakit Asma

-Prinsip tatalaksana penderita Asma

-Tatalaksana penderita Asma di rumah

b.Mendemonstrasikan  cara melakukan pencegahan awal

c.Memberikan kesempatan pada peserta penyuluhan untuk bertanya

d.Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan yang berkaitan dengan materi yang belum jelas

-   Memperhatikan penjelasan  dan demonstrasi dengan  cermat

- Menanyakan hal yang belum jelas

- Memperhatikan jawaban penyuluh

20 menit

3.

Penutup

- Tanya jawab (Evaluasi)

- Menyimpulkan hasil materi

- kontrak waktu selanjutnya

- Mengakhiri kegiatan (Salam)- Menanyakan hasil yang   belum jelas dan menjawab pertanyaan

- Menjawab salam penutup7 menit

 

SETTING TEMPAT

Letter I dengan penyaji di depan audience penyuluhan.

 

 

SUSUNAN ACARA PELAKSANAAN

  1. Pendahuluan
  2. Penyampaian Materi
  3. Penutup

 

 

METODE EVALUASI

Menanyakan pada peserta penyuluhan  tentang  :

  1. Pengertian Penyakit Asma
  2. Penyebab Asma dan  Epidemiologi  Asma
  3. Pencegahan penyakit Asma

4.   Prinsip tatalaksana penderita Asma

5.  Tatalaksana penderita Asma di rumah

6.   Cara memberikan perwatan awal atau membuat obat alami

 

 

REFERENSI

http://www.askep-askeb.cz.cc/2009/08/askep-asthma-bronkhiale.html

http://www.sabili.co.id/tibbun-nabawi/mengurangi-kekambuhan-asma

http://www.scribd.com/doc/37547761/15272284-Final-Paper-Asma

http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/154/asma

http://manglufti.wordpress.com/2007/10/09/tips-untuk-penderita-asma/

http://rumahartikel.blogspot.com/2010/12/ramuan-tradisional-untuk-penderita-asma.html

www.infoibu.com

http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/173-penyakit-asma.html

 

 

 

MATERI PENYULUHAN

 

 

1. Pengertian Penyakit Asma

Asma berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu ”Asthma” yang berarti terengah-engah (Eng? ”panting”). Asma adalah penyakit kronis (berlangsung lama) yang ditandai oleh sesak napas disertai bunyi ngik-ngik (wheezing) dimana derajat keparahan setiap orang berbeda-beda. Pada saat serangan, yang terjadi adalah menyempitnya jalan napas kita akibat dari pengerutan bronkus yang menyebabkan udara sulit keluar masuk paru.
Penyebab dari asma belum sepenuhnya dimengerti. Namun faktor risiko yang dapat mencetuskan timbulnya asma adalah, allergen (zat yang menyebakan alergi), merokok, dan iritasi zat kimia. Asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat di control dengan tata laksana yang tepat.

Gejala dan Tanda

Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik atau mengidimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya.

Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang dirpoduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut.

Pada asma, terjadi 3 (tiga) jenis proses yang bersamaan, yaitu :

  • Peradangan (inflamasi) pada saluran nafas
  • Penyempitan saluran nafas (bronkokonstriksi)
  • Pengeluaran cairan mukus/lendir pekat secara berlebihan

Akibat dari tiga proses pada asma, maka pasien asma dapat mengalami kesukaran bernafas atau sesak yang disertai batuk dan mengi. Bentuk serangan akut asma mulai dari batuk yang terus-menerus, kesulitan menarik nafas atau mengeluarkan nafas sehingga perasaan dada seperti tertekan, serta nafas yang berbunyi. Umumnya serangan asma terjadi pada malam menjelang pagi hari.

Ciri-ciri Asma Pada Anak

- Batuk atau meninggi pada malam hari atau bisa juga terjadi pada musiman

- Ada riwayat alergi baik pada pasien atau keluarga

- Asma bisa juga karena adanya kelainan pada saluran pernafasan seperti halnya otot saluran nafas  mengkerut, saluran lendir menebal atau bengkak dan lendir lebih banyak yang kental dan lengket.

- Anak yang terkena asma biasanya sesak nafas dan nafasnya cepat. Sakit di bagian dada dan biru disekitar mulut serta susah berkata-kata.

2. Penyebab Asma

 

Etiologi

 Ada beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma.

a. Faktor predisposisi

• Genetik

Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan foktor pencetus.

  1. Faktor presipitasi
    • Alergen
      Dimana alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
      1. Inhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan.
        Seperti : debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi.
      2. Ingestan, yang masuk melalui mulut.
        Seperti : makanan dan obat-obatan.
      3. Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
        seperti : perhiasan, logam dan jam tangan.
    • Perubahan cuaca.
      Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma. Kadang-kadang serangan berhubungan dengan musim, seperti: musim hujan, musim kemarau, musim bunga.
    • Stress.
      Stress / gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress / gangguan emosi perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati.
    • Lingkungan kerja.
      Hal ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas. Gejala ini membaik pada waktu libur atau cuti.
    • Olah raga/ aktifitas jasmani yang berat.
      Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktifitas jasmani atau aloh raga yang berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma.

Secara umum pencetusnya adalah:

 

  • Makanan yang mengandung zat pengawet, penyedap, dan pewarna. Bila makanan tersebut dikonsumsi terus-menerus akan mengakibatkan reaksi alergi dan inflamasi/peradangan.
  • Aktivitas berlebihan: seperti berlari-lari atau main sepeda seharian tanpa cukup istirahat. Gejala yang timbul biasanya sewaktu tidur anak akan mengalami batuk-batuk.
  • Bulu binatang seperti bulu kucing atau bulu burung, dan lainnya.
    • Penyakit infeksi, seperti influenza, dan infeksi saluran napas atas (ISPA). Batuk yang disebabkan penyakit tersebut dapat memicu terjadinya asma.
    • Alergen Seperti debu di rumah dan di jalan, debu karpet, kasur, kapuk, asap rokok.

 tungau, serpih atau bulu binatang, spora jamur,

  • Cuaca(panas / dingin ).
  • Iritan. Seperti zat kimia (obat nyamuk, pewangi ruangan, asap rokok, bau cat yang menyengat, SO2, dan polutan udara lain).
  • Buah-buahan tertentu (nanas, rambutan, anggur dan lainnya). Getah atau manisnya buah sering membuat batuk sehingga bisa terjadi asma.
  • Factor psikis seperti Emosi (terlalu sedih/gembira).
  • Infeksi Saluran Napas. Infeksi virus pada sinus, baik sinusitis akut maupun kronik, dapat memudahkan terjadinya asma.

3 . Klasifikasi ASMA  sbb :

Derajat Gejala Gejala malam Faal paru
Intermiten Gejala kurang dari 1x/minggu

AsimtomatikKurang dari 2 kali dalam sebulanAPE > 80%Mild persistan-Gejala lebih dari 1x/minggu tapi kurang dari 1x/hari

-Serangan dapat menganggu Aktivitas dan tidurLebih dari 2 kali dalam sebulanAPE >80%Moderate persistan-Setiap hari,

-serangan 2 kali/seminggu, bisa berahari-

hari.

-menggunakan obat setiap hari

-Aktivitas & tidur tergangguLebih 1 kali dalam semingguAPE 60-80%Severe persistan- gejala Kontinyu

-Aktivitas terbatas

-sering seranganSeringAPE <60%

 

 

Serangan Asma dikatakan mengancam jiwa jika kesadaran penderita sudah menurun. Napasnya juga pendek-pendek, dan bibir serta kuku penderita tampak kebiruan. Gejala lainnya adalah APE sudah tidak dapat diperiksa lagi. APE dihitung dengan alat bernama Peak Flow Meter untuk melihat fungsi paru penderita. Saat itu, dalam darah penderita juga terlihat kadar O2 yang menurun, sementara CO2 meningkat.

4. AKIBAT DAN TATALAKSANA ASMA

Tata Laksana

Pada dasarnya penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembengkakan saluran pernafasan. Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma

Tindakan:

-   Pembekaman: pembekaman didahului dengan pijat refleksi secara umum, titik pembekaman yang dipilih adalah titik paru berhubungan dengan faktor sesak napasnya, titik jantung berhubungan kekuatan pembuluh darah dan titik hati berhubungan dengan alerginya. Pembekaman dilakukan 2 minggu sekali selama 3 bulan dilanjutkan sebulan sekali selama 6 bulan lalu 3 bulan sekali seterusnya..

-   Fisioterapi untuk otot-otot bantu pernapasannya agar tercapai relaksasi yang optimal, dilakukan sekali sebulan.

-    Lakukan olah raga ringan teratur dengan porsi 3 X seminggu 30 menit. Sekarang sedang dipopulerkan klub senam asthma. Senam asma bertujuan untuk membantu meningkatkan kesehatan pasien dan membantu menjarangkan kekambuhan.

-    Hindari asap rokok, terutama di ruangan tertutup. Hindari polusi udara dengan cara berangkatlah ke kantor pagi-pagi sehingga lalu lintas belum padat dan polusi udara masih ringan. Bekerjalah lebih awal dan mintalah kompensasi dari pimpinan untuk pulang lebih cepat agar terhindar dari kemacetan dan polusi yang berat di sore hari.

-    Bersihkanlah sumber-sumber debu yang biasanya ada di kipas angin, AC, kawat nyamuk, dan karpet dan jangan memelihara binatang piaraan.

Dengan tatalaksana yang tepat , penyakit asma dapat dikendalikan sehingga penderita dapat hidup

           secara normal, penata laksanaan terdiri dari 6 bagian:

1.Edukasi penderita

2.Menilai dan memonitor beratnya penyakit secara efektif dengan mengukur fungsi paru 3.Menghindari dan mengendalikan pencetus asma

4.Merencanakan pengobatan jangka panjang untuk pencegahan

5.Merencanakan pengobatan untuk serangan akut

6.Penanganan lanjut secara teratur

5.  Pencegahan penyakit Asma

Asma memang tak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan. Untuk bisa mengendalikannya, kita harus memahami hal-halsebagai berikut:

1.Pahami Seluk Beluk Penyakit Asma

    Asma bisa terjadi pada semua golongan dan lapisan usia. Sayangnya, gangguan ini tak dapat dihilangkan sama sekali. Namun demikian, asma dapat dikendalikan. Seseorang disebut penderita asma kalau ia sedang terserang asma atau kondisi asmanya tidak stabil sehingga memerlukan obat-obatan. Beda halnya dengan penyandang asma yang berarti sudah jarang terkena serangan (asma stabil) dan tidak lagi mengonsumsi obat-obatan. Tentu saja seorang penyandang bisa menjadi penderita kembali bila ia mengalami serangan akibat daya tahan tubuh yang menurun atau karena adanya faktor pencetus. fokus utama pengobatan asma bukan pada keluhan batuk atau sesak napasnya, tapi lebih pada peradangan atau inflamasinya. Dengan mengatasi inflamasi saluran napas maka derajat hiperreaktivitas saluran napas dapat terkontrol. Tak heran, bila pengobatan asma selalu dilakukan dalam jangka panjang, minimal 6 bulan, hingga yang bersangkutan dinyatakan stabil.

2. Kenali Berat Ringan Penyakit

Kita harus mengetahui klasifikasi atau derajat asma, sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh. Derajat asma dapat dibagi berdasarkan frekuensi dan berat ringan gejala yang terjadi. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan.Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.

3. Hindari Faktor Pencetus

Faktor-faktor pencetus (dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya).

Faktor – faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan.

Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut.

4.Gunakan Obat Yang Tepat

sulit membuat kesimpulan progres pengobatan. Sebaliknya, pemeriksaan teratur akan memudahkan dokter melakukan evaluasi. Jika terdapat kemajuan, maka dosis obat pengontrol akan diturunkan hingga akhirnya tidak diperlukan lagi. Pemeriksaan berhenti saat kondisi penderita asma dinyatakan stabil. Yang dimaksud keadaan stabil adalah bila tidak ada lagi serangan, tidak ada lagi batuk malam hari, tidak ada lagi produksi lendir, dan aktivitas anak seperti berlari-lari tidak menimbulkan sesak.

5.Mengatasi Serangan Akut

Ibu atau ayah penyandang asma mesti tahu cara mengatasi serangan asma pada anaknya.

Berikut langkah-langkah yang dapat diambil:

* Tak perlu panik, minta anak untuk bernapas teratur dan berikan air putih hangat untuk diminum.

* Segera berikan obat atau terapi inhalasi dengan takaran yang pas.

* Jika tidak ada perbaikan, segera bawa anak ke klinik terdekat.

Serangan yang sulit diatasi sendiri biasanya disebabkan adanya faktor lain, seperti status daya tahan tubuh anak sedang turun atau ada infeksi di dalam tubuhnya. Perlu diketahui, penyakit infeksi yang disebabkan virus sering tidak menimbulkan panas/demam kecuali ada lendir dan riak di saluran napasnya. Bagi penderita asma yang belum stabil sangat disarankan untuk selalu membawa obat (oral atau alat terapi inhalasi) ke mana-mana.

6.Tingkatkan Kebugaran Fisik

Olahraga paling baik bagi anak penderita asma adalah berenang. Disamping melatih otot bantu napas, renang juga memberikan kelembapan udara ke dalam bronkus. Namun perlu diketahui, sebagian penderita asma bisa mendapat serangan setelah berolahraga. Akan tetapi olahraga tetap dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi kerja otot pernapasan dan memperbaiki fungsi pertukaran oksigen dan alveolus ke pembuluh kapiler. Oleh karenanya, olahraga bagi penderita asma perlu disesuaikan dengan derajat berat ringan penyakitnya. Sebelum mengajak si kecil berolahraga, konsultasikan dengan dokter pulmonologi anak Anda.

7.Alat Terapi Inhalasi Anak

Nebuliser jenis ultrasonik merupakan alat terapi inhalasi yang cocok bagi si kecil. Efektivitasnya, 20-30% obat akan masuk di saluran napas dan alveoli sedangkan 2-5% akan mengendap di mulut dan tenggorokan. Berkaitan dengan ini, terapi inhalasi bisa memiliki efek samping berupa iritasi mulut dan tenggorokan serta infeksi jamur di tenggorokan. Untuk mencegahnya, mintalah anak untuk berkumur setelah menggunakan obat. Alat terapi inhalasi lain yang dapat digunakan pada asma anak adalah: babyhaler dan volumatic. Pada anak yang lebih besar dapat digunakan MDI (metered dose inhaler) atau turbohaler.

6.  Prinsip tatalaksana penderita Asma

Pengobatan pada penyakit asma perlu dibedakan antara pengobatan jangka panjang untuk pencegahan asma dan pengobatan untuk serangan asma akut.

  1. Pengobatan Jangka Panjang Umumnya penderita baru datang ke dokter pada saat ada serangan asma.

Tujuan dilakukannya pengobatan asma jangka panjang, yaitu:

1.mengendalikan gejala asma, termasuk serangan pada malam hari (nocturnal),

2.mencegah eksaserbasi (serangan) asma dan kunjungan ke bagian awat darurat,

3.memelihara fungsi paru agar sedekat mungkin dengan nilai normal,

4.menjaga agar akivitas tetap normal, termasuk bermain dan berolah raga,

5.mengurangi ketidakhadiran di sekolah,

6.mencegah timbulnya efek samping pengobatan asma,

7.meminimalkan penggunaan agonis beta-2 (obat antiasma), dan

8.mencegah kematian karena asma.

  1. Pengobatan untuk serangan asma

Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda

Mencegah terjadinya asma dapat dilakukan mulai dari rumah dengan menjauhkan anak dari Alergen. seperti debu,serpih atau bulu binatang, spora jamur. Cuaca (panas / d ingin ). zat kimia (obat nyamuk, pewangi ruangan, asap rokok, bau cat yang menyengat, perhiasan, logam dan jam tangan

 

 

Hal-hal yang perlu dicermati oleh penderita asma atau keluarganya sebagai berikut:

1.Kenali gejala-gejala makin memberatnya serangan asma,

2.Pada penderita asma persisten sedang sampai berat atau pernah mengalami serangan asma akut

    yang berat, perlu memantau penyakitnya melalui peak flow meter (PFM).

3.Pada penderita asma perlu memiliki rencana pengobatan secara tertulis yang harus diikuti

    sewaktu mendapat serangan berat dan yang mempunyai riwayat serangan asma persisten sedang

    sampai berat dan yang mempunyai riwayat serangan asma berat.

4.Segera mencari pertolongan jika terjadi hal-hal berikut ini:

a.Mendapat serangan asma berat,

b.Pengobatan tidak cepat memberikan respons atau perbaikan hanya bertahan sebentar,

c.Kondisi asma terus memburuk.

5.Menyimpan obat untuk mengatasi serangan asma akut, seperti tablet kortikosteroid, agonis beta-

    aerosol, serta alat penunjang lainnya, seperti spacer dan nebulizer.

6. Bila terjadi gejala tak perlu panik, (terutama pada anak),

*minta anak untuk bernapas teratur dan berikan air putih hangat untuk diminum.

* Segera berikan obat atau terapi inhalasi dengan takaran yang pas.

* Jika tidak ada perbaikan, segera bawa penderita ke petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat

     Hal-hal yang dapat dilakukan di rumah jika terjadi serangan asma, sebagai berikut:

1.Dampingi penderita. Tenangkan dan berikan petunjuk posisi duduk atau posisi lain yang

   membuatnya nyaman.

2.Buka atau longgarkan pakaian yang mengganggu pernapasan.

3.Jika ada, berikan oksigen 1-2 ltr per menit.

4.Usahakan agar ruangan cukup mengandung oksigen, dengan membuka jendela atau ventilasi

    udara (tetapi penderita jangan sampai terkena angin langsung).

5.Berikan obat sesuai dengan petunjuk dokter.

 6.Dalam keadaan darurat (tidak ada obat), penderita dapat dipandu untuk menghirup uap air panas

    yang diberi garam dapur.

7.Berikan minum air hangat yang banyak agar lendir yang kental dapat cair dan mudah

   dikeluarkan.

8.Jika serangan sudah reda, gantilah pakaian yang basah oleh keringat.

v     Mengobati masalah lain

Apabila diketemukan penderita asma disertai dengan penyakit lain, maka diberikan  pengobatan sesuai indikasi, dengan  tetap mengutamakan rehidrasi. Tidak ada obat yang aman dan efektif untuk menghentikan asma.

7.  Cara pengobatan :

Sambil melanjutkan obat yang sekarang sudah biasa Anda minum, setidaknya untuk sementara, maka di anjurkan mencoba hal-hal di bawah ini.

1)             Pelajarilah makanan-makanan yang memicu kambuhnya asma Anda dan hindarilah. Apabila banyak zat gizi yang memicunya maka perlu dilakukan desensitisasi dimana tubuh Anda dilatih makan sedikit-sedikit, tapi kontinyu bahan yang menyebabkan alergi tersebut sehingga lama-kelamaan tubuh akan terbiasa. Hal ini untuk menjaga agar Anda tidak terlalu banyak pantang makanan sehingga menjadi kekurangan zat gizi yang akan melemahkan

daya tahan tubuh . Tapi untuk melakukan ini mintalah pertimbangan dokter Anda.

2) Obat yang biasa diberikan adalah:

-           Obat luar: gosok dada dengan minyak badam manis atau yang sejenis, yaitu minyak pala atau minyak kayu putih, usahakan ini setiap malam baik dikala kambuh maupun tidak. Oleskan pula di cekungan antara jakun dengan tulang dada.

-           Obat minum: 1 sendok teh bubuk jahe dituang dalam secangkir minuman teh hijau ditambah 1 sendok teh madu sebagai pemanis. Diminum hangat-hangat kuku sebelum tidur malam.

-           Pengalaman baru bagi saya, yaitu bisa diberikan Propolis kaps 2 X sehari @ 1 kap. Propolis yang menurut pengalaman saya bisa menjarangkan kekambuhan. Makin jarang kambuh Anda makin jarang minum obat asthma yang tentu akan meminimalkan efek samping dan mengurangi biaya.

-           Juga berikan anti oksidan kuat karena dalam berbagai penelitian juga terbukti bahwa sebagian penyakit asthma adalah karena pengaruh intervensi radikal bebas.




About these ads

2 Tanggapan to “SAP ASMA”

  1. NUSI KASWA Says:

    THANKS BERAT ATAS SUMABNGSIH,SMOGA MENDAPAT PAHALA YANG SETIMPAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: